Penetrasi Asuransi di Indonesia: Upaya OJK untuk Tingkatkan Industri Asuransi

Asuransi731 Dilihat

Rendahnya Penetrasi Asuransi di Indonesia Dibandingkan dengan Negara Tetangga

haveatutor.com  Penetrasi industri asuransi di Indonesia masih menunjukkan angka yang rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga, demikian yang diungkapkan oleh Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Djonieri.

Data OJK: Angka Penetrasi Asuransi Jiwa, Umum, dan Kesehatan

Menurut data OJK, pada tahun 2022, penetrasi industri asuransi jiwa di Indonesia hanya mencapai 0,9 persen, sementara negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam masing-masing memiliki angka yang lebih tinggi, yaitu 2,6 persen, 8,5 persen, 2,8 persen, dan 2 persen.

Sedangkan untuk penetrasi industri asuransi umum, Indonesia mencatatkan angka sebesar 0,5 persen, di bawah Malaysia (1,1 persen), Singapura (0,7 persen), dan Thailand (1,6 persen). Begitu juga dengan penetrasi industri asuransi kesehatan yang hanya mencapai 0,1 persen, di bawah Thailand yang memiliki angka 0,7 persen.

Upaya OJK dan Roadmap Industri Asuransi 2023-2027

“Ini artinya, kontribusi premi asuransi terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara-negara sekitar,” ungkap Djonieri. Ia juga menyoroti bahwa densitas industri asuransi di Indonesia masih kalah dibandingkan dengan Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan bahkan India.

Djonieri menjelaskan bahwa OJK telah merumuskan peta jalan atau roadmap industri asuransi 2023-2027 untuk mengatasi tantangan ini. Salah satu fokus utama dari roadmap ini adalah peningkatan modal perusahaan asuransi.

Target Ambisius OJK untuk Peningkatan Modal Perusahaan Asuransi

“Peningkatan modal perusahaan asuransi bertujuan untuk memperkuat permodalan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi,” kata Djonieri. OJK menetapkan target ambisius, yakni modal perusahaan asuransi sebesar Rp1 triliun pada 2028 dan modal perusahaan reasuransi sebesar Rp2 triliun pada tahun yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *