Asuransi Prolife Terkena CIU, Henry Surya Diminta Tanggung Jawab

Asuransi209 Dilihat

OJK Minta Henry Surya Ganti Rugi Klaim Pemegang Polis yang Gagal Bayar

haveatutor.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memerintahkan Henry Surya, pemegang saham pengendali PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia, untuk bertanggung jawab dalam mengganti rugi klaim pemegang polis yang tidak terbayar. Perintah tersebut harus dilaksanakan dalam waktu tiga bulan sejak tanggal surat diterbitkan.

Konsekuensi Pidana Jika Perintah Tertulis Dilewatkan

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menekankan bahwa ada konsekuensi pidana jika perintah tertulis tersebut sengaja diabaikan atau tidak dilaksanakan. OJK telah mengambil langkah dalam melindungi konsumen dengan mengadakan beberapa fasilitasi pengaduan konsumen dan memberikan edukasi terkait skema PBO (Policyholders Bail Out).

Larangan dan Kewajiban yang Harus Dipatuhi

Prolife diharuskan untuk menghentikan kegiatan usahanya dalam 30 hari sejak pencabutan izin usaha dan menyelenggarakan rapat umum pemegang saham untuk pembubaran badan hukum serta pembentukan tim likuidasi. OJK juga melarang pemegang saham, direksi, dewan komisaris, dan pegawai Prolife untuk melakukan tindakan yang dapat mengurangi aset perusahaan.

Sejarah Asuransi Prolife dan Skema Policyholders Bail Out (PBO)

Asuransi Prolife sebelumnya dikenal sebagai Indosurya Life, yang sempat mengalami masalah keuangan dengan angka solvabilitas negatif. Pada April 2023, mereka menyetujui skema Policyholders Bail Out (PBO) dalam upaya penyehatan keuangan, dengan persetujuan dari pemegang polis dan pemegang saham pengendali. Proses konversi klaim utang menjadi ekuitas saat ini masih menunggu proses selanjutnya.

OJK terus memastikan implementasi peraturan dan perlindungan konsumen dalam industri asuransi guna menjaga stabilitas keuangan dan kepercayaan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *